-->
Ikut Nakal Gara-gara Baca Mojok.co

Ikut Nakal Gara-gara Baca Mojok.co

Ikut Nakal Gara-gara Baca Mojok.co

Sebel sebenarnya jika ditanya tentang kesan membaca artikel-artikel di situs esai mojok.co.Kepala saya bisa enyut-enyutan,keringat dingin keluar,emosi tidak stabil dan bawaanya kepengin marah.Tapi satu yang tak pernah hilang : Bikin kangen.

Saya sering heran darimana munculnya orang-orang yang menyempatkan menulis di mojok.Setiap kali baca alur tulisannya kelihatan sepele tapi tak bisa begitu saja gampang dicerna.Bikin merinding dan nyeri-nyeri sedap.

Semua tulisannya tidak direkomendasikan bagi yang belum baligh dan punya kelainan jantung.Serius!

Kalau tidak percaya lihat saja deretan judulnya yang bikin mual.

  • Apa itu Virus Corona?Apa Benar Santet Ki Joko Bodo Penyebabnya?
  • Celana Dalam Penglaris Warung Bakso dan Pesugihan Seminar Tuyul
  • Sains,Tuhan dan Nakalnya Stephen Hawking
Tiga judul artikel diatas saja sudah cukup bikin kepala agak puyeng tapi juga penasaran.Lho,kok bisa-bisanya bikin judul yang nyleneh begitu.

Membaca di mojok bagi saya harus siap-siap dengan berbagai macam kejutan.Ada sesuatu yang lain dari pada yang lain,enak dirasakan tapi sulit diungkapkan.

Herannya saya,walaupun berulangkali untuk tidak membuka artikel-artikel nyleneh di mojok.Tetap saja jari ini gatal kalau tidak ngetik mojok.co di addres bar google chrome saya.

Jika boleh berdoa ingin rasanya saya pengen tahu siapa sih orang-orang nakal yang menyetir media online tersebut.Sekalian saya pengen nakal bareng biar semangat lagi bisa nakal berjamaah.

Suwer....
Read more »
Kenapa Kita Harus Tahu Tentang Dana Desa?

Kenapa Kita Harus Tahu Tentang Dana Desa?

Kenapa Kita Harus Tahu Tentang Dana Desa?
Akhir 2019,saya bersama keluarga pulang ke kampung halaman.Banyak perubahan yang terjadi di kampung halaman saya.Jalan-jalan mulai beraspal,gang-gang kecil yang dulunya becek juga ikut kena program pengaspalan,selokan-selokan kampung mulai tertata rapi,sungai kecil yang berada di selatan kampung pun ikut terkena "make over" juga.Ini semua pasti gara-gara dana desa.

Sebagai perantau yang lama di kota.Saya tidak pernah tahu tentang tetek bengek tentang hal-hal yang berkaitan tentang masalah dana desa.Maklum saya bukanlah orang yang kritis sehingga harus tahu tentang masalah ini.

Namun,ada yang berbeda dengan kepulangan saya kali ini.Ketika saya main-main ke rumah teman-teman saya.Nyaris obrolan kami melulu tentang masalah dana desa.Saya yang buta sama sekali tentang masalah ini akhirnya hanya bisa mendengarkan saja.Kalaupun ikut nimbrung hanya sekedar menimpali alakadarnya.

Maklum saja saudara,di zaman yang serba susah ini.Apalagi untuk ukuran kampung saya,tingkat penganggurannya cukup tinggi.Tidak banyak tersedia lapangan kerja yang memadai untuk menampung pengangguran yang ada.Banyak para penduduk yang lebih memilih untuk bekerja di luar kampung saking ekonomi penduduknya yang kurang berkembang.

Perhatian dari pemerintah desa pun sepertinya hanya berfokus ke masalah infrastruktur desa.Entah kenapa begitu,saya pun kurang begitu tahu.Padahal masih banyak warganya yang berprofesi sebagai petani.Termasuk orang tua saya.

Curhatan dari orang-orang marginal seperti para petani kecil di kampung saya hampir semuanya serupa.Yakni kendala air ketika kemarau dan obat-obatan yang kian mahal.Padahal tidak banyak yang tahu.Para petani di kampung saya itu hampir semuanya para petani kecil.

Oh,ya khan ada bantuan obatan-obatan dan pompanisasi? 

Betul.

Obat-obatan tanaman dan biaya air dari pompanisasi itu harus mengeluarkan biaya tidak sedikit.Apalagi jika melihat hasil komoditas pertanian dari warga kampung saya itu cuma padi.Bukan komoditas yang untung banyak dari para petani.

Saya pernah bertanya kepada petani-petani yang ada di kampung saya.setiap kali masa panen tiba.Paling banter hanya mendapatkan hasil kurang lebih 7 kwintal gabah.Itu masih bagus kalau wereng lagi puasa.Kalau tidak,i don't know.

Jika diuangkan 7 kwintal dengan harga pasaran dari tengkulak yang cuma Rp.4000.

Berapa...

Di kurangi biaya air misalkan Rp.100.000,traktor Rp.160.000 dan Obat-obatan Rp.200.000 terus dibagi 3.Angka 3 ini saya dapatkan dari masa tunggu tanaman padi yang harus dipanen setelah tiga bulan.

Berapa...

Hitungan diatas masih jauh dari kenyataan.Mungkin biaya yang dikeluarkan oleh para petani masih lebih besar dari hitungan saya diatas.

Oleh karena itu kenapa para petani di kampung saya itu sampai kapanpun takkan bisa sejahtera.Yang ada malah terjual lahan sawahnya demi mengongkosi hidup yang kian mahal.Masih beruntung yang bisa nyambi merantau ke kota demi menyambung hidup untuk kebutuhan sehari-hari.

Oke,saudara-saudara...Kita kembali ke topik kenapa kita harus tahu tentang dana desa.

Padahal,jika dilihat dari luas wilayahnya.Kampung saya termasuk paling kecil dari sekian kampung dan desa di wilayah ketanggungan,kabupaten Brebes.Bahkan untuk ukuran kampung yang kecil ini untuk anggarannya bahkan konon katanya mencapai angka 2 milyar lebih.

Bayangkan saudara,2 milyar!

Uang sebanyak itu kalau untuk membeli kerupuk sudah berapa banyak....

Kuping saya bahkan mendengar dari desas-desus kalau kampung kecil kami ini termasuk yang beruntung.Dibandingkan desa tetangga yang luasnya berkali-kali lipat nyatanya mendapatkan jatah yang lebih kecil.

Banyak yang bilang (-Ini benar-benar nyata atau tidak-).Ini semua karena prestasi pemerintahan desa sehingga kampung kecil saya bisa mendapatkan jatah yang lebih besar dari desa tetangga.

Lho,kok bisa begitu?

I don't know...

Hanya Tuhan dan Orang-orang birokrasi yang terlibat yang tahu.

Mungkin sebagai orang kecil yang hanya bisa melihat,tentu saja saya hanya bisa bersyukur melihat kampung idaman saya semakin maju dan berkembang semenjak ada dana desa yang mengalir bak air bah.

Saya cuma berharap kehadiran dana desa tidak dimanfaatkan sebagai jualan politik bagi orang-orang yang merasa berkuasa terhadap keluguan orang-orang kampung.

Perubahan yang tak terlihat tapi sangat terasa semenjak kehadiran dana desa juga ikut mengikis terhadap pandangan buruk terhadap posisi pamong atau bahasa formalnya perangkat desa.

Dulu,tak banyak anak muda yang berambisi ikut andil menjadi perangkat desa.Sekarang berubah,para orang tua yang memiliki anak berbakat jadi "orang kantor" pun ikut mencari celah.

Saya tidak tahu,apakah ini karena rasa pengabdian atau rasa lain.

Sekali lagi.I don't know.

Namun jika saudara ingin tahu tentang dana desa dan pengalokasiannya.Silahkan tanya kepada para pamong di desa masing-masing.Jika mereka tak bisa membuat kepala anda ringan berarti harus diwaspadai.Jangan-jangan....

Atau bagi para pemangku kepentingan harus siap-siap menerima kritik dan saran dari para warganya yang ingin tahu tentang kemana saja dana desa yang mengalir bak air bah itu.Sehingga informasi tentang perubahan dana desa bisa di ikuti dan dipahami bagi semua kalangan.

Memang saya sendiri mengakui,sebagai rakyat kecil sering merasa ingin tahu tentang dana desa.Tak elok rasanya jika saya yang notabene tak mengerti apa-apa tiba-tiba mengadu tentang kejanggalan yang terjadi dalam pengelolaan dana desa.

Siapa saya?...

Namun dalam hati kecil saya sering bertanya:Apakah ada pengawas yang benar-benar mengawasi jalannya pengelolaan dana desa ini.

Atau sudah berapa level pedaskah  dari instansi yang lebih berwenang mau turun gunung ke desa-desa yang menerima alokasi dana empuk itu.

Maksud saya,kriteria apa saja yang diperlukan agar desa yang menerima dana besar itu bisa berkembang dan tidak lagi mengandalkan dana desa untuk mencukupi kebutuhan anggaran pemerintahan desa.

Bisa juga dengan mengadakan kompetisi di setiap wilayah kecamatan,misalnya:Dari dana desa yang diserap oleh desa tersebut sudah berapa level meningkatkan ekonomi bagi penduduk desa yang bersangkutan.Pokoknya,agar kualitas kepala desa yang terpilih bisa diketahui sudah sejauh manakah membangun kesejahteraan bagi rakyatnya.
Read more »
Mengenal Alexander Gebe :Tokoh Teater Asal Lampung

Mengenal Alexander Gebe :Tokoh Teater Asal Lampung

Mengenal Alexander Gebe :Tokoh Teater Asal Lampung

Jujur saja,saya buta dan tidak tahu banyak sisi menarik dari dunia theater.Jadi ketika saya memutuskan untuk menulis artikel tentang tokoh dari dunia seni rasanya seperti nekad.

Tapi apa mau dikata...

Hal yang menggerakan saya jari-jemari saya di papan keyboard untuk menulis tentang salah satu tokoh teater ini tidak datang tiba-tiba dan ajaib.Namun karena kesan yang sangat mendalam dari sebuah perkenalan dengan seseorang lewat situs jejaring sosial facebook.

To the Point saja...

Tokoh teater yang saya maksud tentu saja Bang Alexander Gebe.

Kenapa Alexander Gebe bukan yang lain?

Jika pertanyaan itu benar-benar ada.Saya rasa tidaklah bisa memberikan jawaban yang masuk akal.Karena sepengetahuan saya,beliau memang bukanlah sosok yang melegenda dalam dunia teater.Masih banyak tokoh-tokoh lain yang sudah lebih dahulu terkenal di indonesia.

Tapi jika disangkut-pautkan dengan lampung.Beliau bersama Komunitas Berkat Yakin (KOBER) sudah pasti patut diperhitungkan.Namun alasan subjektif kenapa saya menulis artikel ini:Karena satu-satunya orang teater yang chat dengan saya di facebook,ya beliau ini.

Sebelum-sebelumnya saya belum pernah terlibat obrolan secara aktif lewat chat dengan orang yang punya reputasi bagus yang masih mau menyempatkan membalas obrolan tak bermutu dari seseorang seperti saya.Padahal antara saya dan bang gebe ini sama sekali belum pernah bertatap muka di dunia nyata.Walaupun sebenarnya tempat saya tinggal dengan lokasi tempat komunitas KOBER ini tidak terlalu jauh.

Okelah kita cuplik sedikit siapa sih beliau ini...

Beliau lulusan SMA Bhimasakti ulubelu,tanggamus lalu melanjutkan kuliah di Universitas Lampung dengan mengambil jurusan perikanan dan lulus tahun 2002.

Menggeluti seni ketika masih di bangku kuliah lewat Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni Universitas Lampung (UKMBS Unila) sebagai aktor.Hasrat dalam bidang seni tidak surut begitu saja walaupun beliau sudah lulus kuliah.Lewat Komunitas Berkat Yakin (KOBER) pimpinan Ari Pahala Hutabarat,gairah seninya semakin menjadi-jadi.Hingga sekarang Bang gebe masih aktif melakoni dunia seni teater.

Nah,itu saja dulu...

Siapa tahu dari pembaca semua ada yang minat untuk merasakan bagaimana sih rasanya melakoni dunia teater.Silahkan untuk bertandang ke Komunitas Berkat Yakin (KOBER) Jl.Swadaya 10 Gg Haji Mafie Gunung terang,Bandar Lampung atau nomer whatsapp 0812-72533337.

Sumpah saya juga penasaran.Yakin...
Read more »
Blogger Brebes Dimana Kau Kini?

Blogger Brebes Dimana Kau Kini?

Akhir-akhir ini saya digelitik rasa ingin tahu tentang keberadaan  komunitas blogger di  brebes yang mungkin bisa menjadi inspirasi menulis buat saya.Browsing di internet dan sosial media rupanya masih memberikan informasi yang minim tentang keberadaan blogger asli brebes.

Siapa tahu dengan artikel curahan hati saya ini,bisa memantik para blogger asli brebes yang sudah berpengalaman keluar dari persembunyiannya.Jujur, saja,saya termasuk masih baru menggeluti dunia blogging dengan platform blogspot ini.

Apa mungkin dunia blogging tak seindah sosial media seperti facebook,twitter ataupun instagram bagi aktivis literal brebes.

Kadang saya bertanya kepada diri sendiri,mungkin saja saya yang kurang getol menelusuri ada begitu banyaknya blogger asli brebes yang sukses.Bahkan telah berkarya sedemikian rupa di luar sana.Jika iya,berarti saya katak dalam baskom dong!!

By The way....

Dari kata kunci Blogger brebes yang saya ketikan di kolom pencarian google, baru 2 blog yang saya temukan.

1.bantarkawungpunyacerita2.blogspot.com

Blog ini sepertinya dibiarkan terbengkalai oleh pengelolanya.Karena jika dilihat dari tahun pembuatannya yakni tahun 2016 lalu,blog ini terkesan mati suri.Padahal blog yang dibangun oleh beberapa sekumpulan pemuda asli bantarkawung ini cukup inspiratif dengan memuat beberapa informasi objek wisata yang ada disana.









Nb:
Foto-foto ini asli dari blog bantarkawungpunyacerita2.blogspot.com tanpa sedikitpun saya mengeditnya.


2.mabrurisirampog.wordpress.com

Blog yang dibangun dengan platform wordpress ini isinya lebih variatif.Hanya sayang blog yang dibuat oleh mas Mabruri ini sepertinya dibiarkan menganggur.Padahal blog ini cukup memberikan informasi yang berguna,lho!

saya kasih screenshoot penampakannya,guys!

blogger-brebes-pelatge-mabruri-sirampog



3.     Blog sobat...ada lagi?

Semoga dengan adanya artikel singkat ini menjadikan sobat blogger yang ada di brebes kian meningkat.Amin





Read more »
Mantan Pacar : Antara Kenangan dan Harapan

Mantan Pacar : Antara Kenangan dan Harapan


mantan pacar:antara kenangan dan harapan


Tipe wanita idaman saya sangat sederhana,saya sangat tergila-gila pada wanita berpinggul besar.Kata orang jawa "HOKI"-nya besar.Saya sih cuma iya-iya saja karena saat itu belum tahu "HOKI"-nya.
Saya mulai terobsesi mempunyai pacar ketika teman saya yang sudah lebih dulu akil baligh sering meminjamkan novel karya Freddy S sering bercerita jika pacar-pacarnya itu grade A semua.Otomatis sebagai junior yang cuma bisa mendengar cerita indah dari teman saya itu membuat saya terobsesi untuk seperti dia.

Singkat cerita setelah beberapa waktu kemudian.Saya pun mulai melancarkan aksi untuk mendapatkan seorang pacar.

Pacar pertama saya satu kampung.Walaupun tidak selevel teman saya,tak jadi soal buat saya.Pacar saya berkulit agak gelap tapi cukup manis untuk level amatir.Setidaknya saya bisa menunjukan kalau saya laku.





Read more »
Kisah Fiktif Sunami dan Sunawar

Kisah Fiktif Sunami dan Sunawar

Kisah Fiktif Sunami dan Sunawar
Lampung punya cerita miris,beberapa waktu yang lalu daerah pesisir pantai yang terhubung dengan selat sunda dihantam tsunami setinggi 4 meter.Banyak korban jiwa yang berjatuhan,terakhir kabar korban yang tewas sekitar 220 jiwa sedangkan yang hilang 30 jiwa.Saya sendiri yang tinggal di lampung hanya bisa tahu kabar seputar tsunami lewat media online.Kebetulan tempat tinggal saya berada jauh dari daerah pantai.Namun tetap saja sebagai manusia biasa,saya juga turut berduka atas musibah ini soalnya ini kejadian langka dimana tak ada tanda-tanda gempa tapi tsunami terlalu naLampung punya cerita miris,beberapa waktu yang lalu daerah pesisir pantai yang terhubung dengan selat sunda dihantam tsunami setinggi 4 meter.Banyak korban jiwa yang berjatuhan,terakhir kabar korban yang tewas sekitar 220 jiwa sedangkan yang hilang 30 jiwa.Saya sendiri yang tinggal di lampung hanya bisa tahu kabar seputar tsunami lewat media online.Kebetulan tempat tinggal saya berada jauh dari daerah pantai.Namun tetap saja sebagai manufsu menerjang daratan.Apalagi ketika mendengar informasi bukan hanya terjadi di lampung tapi banten juga ikut berduka karena memang wilayahnya bersentuhan dengan selat sunda.Kejadian ini memang terasa langka karena berbarengan dengan aktifitas vulkanik anak keratau yang mulai meningkat.Semoga semua peritiwa ini menjadi pelajaran berharga bahwa kuasa Tuhan tak ada yang mampu mencegah.Saya hanya berdoa semoga keluarga para korban yang ditinggalkan diberi ketabahan.Amin.

Tulisan ini bukan untuk mengambil keuntungan dari musibah yang terjadi.Tapi gara-gara tersiar kabar terjadi tsunami.Banyak update-an di grup WA yang saya ikuti penuh dengan notifikasi tentang tsunami.Sialnya,hampir sebagian pesan WA yang masuk ke hp saya terjadi kesalahan penulisan,seharusnya tsunami tapi malah banyak yang salah ketik menjadi sunami.Tentu saja membuat pikiran iseng saya timbul,karena namanya hampir mirip dengan nama mbak-mbak pelayan warteg.Mungkin kalau Sunami itu tentu saya juga doyan,lah.Ups!


Justeru ketika banyak orang sedang didera ketakutan susulan tsunami bakal datang lagi.Saya malah mendengar kalau teman-teman saya banyak yang mau pulang kampung ke brebes tepat setelah bencana terjadi.Rasa khawatir saya mulai timbul.Niat hati hendak mencegah tapi apalah daya rumor tentang kehebatan terjangan tsunami masih kalah hebat dengan rasa rindu teman-teman saya pada kampung halaman.Maklum saja,teman-teman saya hampir semuanya sudah berkeluarga.Sedangkan hampir tiga bulanan lebih mereka menghabiskan waktu di tanah rantau ini.Ya sudahlah!biarkan saja.Semoga teman-teman saya itu selamat sampai tujuan.

Jika di lampung punya Sunami,eh..tsunami,maka saya teringat pada kampung halaman saya yang punya Sunawar.Entah kenapa saya teringat pada teman satu ini.Perawakannya yang kempes seperti kehabisan darah mungkin gara-gara kebanyakan disedot sama nyamuk-nyamuk kampung yang gede-gede dan rakus-rakus itu.Ah,sudahlah!teman saya ini mungkin saat ini sedang membaca berita diberanda FB-nya.Biasanya memang begitu Orang-orang jaman milenial lebih paham android,data seluler,wifi serta kuota daripada artikel tak ada guna macam begini.Mereka lebih seneng tulisan yang pendek-pendek daripada yang panjang-panjang.Tapi kalau sudah urusan duit,jangan ditanya pasti minta yang deretan nol-nya sepanjang kereta.Begitulah realitas zaman sekarang.Semoga saja teman saya yang satu ini tidak membaca artikel ini karena saya juga tidak suka menulis yang panjang-panjang.Karena yang senang panjang biasanya isteri saya.hahaha….
Read more »
Potret Para Petualang Rupiah  Asal Brebes di Bumi Ruwa Jurai

Potret Para Petualang Rupiah Asal Brebes di Bumi Ruwa Jurai




Lelaki berperawakan gempal itu sibuk menggoreng nasi di atas gerobak nasi gorengnya,disamping gerobak seorang calon pembeli setia menunggu pesanannya.Aroma nasi goreng menyebar kemana-mana,baunya yang harum menggelitik hidung membuat siapapun ingin mencoba mencicipi nasi goreng khas penjual keliling ini.Tentu bukan itu saja,harganya pun lumayan ramah di kantong yakni cuma Rp 12.000.Lelaki gempal itu bernama Doyok (43 tahun) perantau asal desa Tanggungsari kecamatan Ketanggungan,Brebes.Lelaki yang sudah malang melintang dalam dunia per-nasi gorengan ini mengakui ia sudah menjalani usaha nasi goreng keliling selama lebih dari sepuluh tahun.Sambil melayani pembeli ia menuturkan banyak suka duka selama menjadi penjual keliling di daerah sekitaran kedaton,pasir gintung dan sukajawa ini.Mulai dari ulah para preman yang sering makan tak bayar sampai pembeli yang cerewet, Beberapa menit kemudian,pesanan sang pembeli sudah siap.Pesanan pun dibayar.”Tapi itu dulu mas,masih awal-awal sekarang tidak lagi”katanya menambahkan dengan logat sundanya.Ia memang orang brebes yang yang berbahasa sunda.

kang doyok terlihat asyik dengan handphonenya
Obrolan kami pun berlanjut semakin seru.Malam yang terasa hangat membuat topik melebar kemana-mana.Sembari asap rokok yang tak henti-henti keluar dari mulut,ia menceritakan bahwa pengalaman yang ia alami sama seperti yang dialami teman-temanya.”Ada sekitaran 40-an pedagang seperti saya rata-rata mereka sudah lama juga ”katanya.Benar saja ditengah obrolan kami, datang temannya sesama profesi pedagang nasi goreng.Kang Doyok (43 tahun) memperkenalkan temannya kepada penulis.

Lelaki yang baru datang ini memperkenalkan diri,namanya Idun (40 tahun).Ia membenarkan apa yang dikatakan kang Doyok.Bahkan,menurut kang idun banyak hal lain yang menjadi masalah bagi dirinya dan temannya,yakni terjerat kredit bank dan rentenir.Penyebabnya bermacam-macam ada sebagian yang dipergunakan untuk membangun rumah,beli sepeda motor,sawah,pekarangan,biaya rumah sakit dan berbagai kebutuhan hidup lainnya.”Adak kok mas,yang sampai buat biayain kuliah anaknya.”Kata kang Idun dengan apa adanya.Kang Idun mengambil sebungkus rokok dari sakunya dan menawarkan kepada penulis.”Mau ngopi,mas?”katanya,tentu saja saya dengan senang hati menerima kebaikannya.Kemudian ia menuju ke gerobaknya.Awalnya penulis bingung dengan apa lelaki itu akan merebus air untuk membuat kopinya.Apakah dengan wajan bekas menggoreng nasi?Oh tidak!Rupanya kang idun tahu apa yang saya pikirkan,”Tenang saja,mas.Saya bawa panci buat masak air, kok.”Lelaki itu tersenyum dan sayapun lega tidak jadi menikmati kopi rasa nasi goreng.Ia membuat kopi tiga gelas untuk kami, setelah itu melanjutkan ceritanya tentang perkumpulan nasi goreng yang bernama FORMASI,ketuanya bernama Abdul Mutholib.Ketika penulis memintanya menjelaskan tentang perkumpulan itu,ia menyarankan penulis untuk menemui ketua-nya.“Apa perlu bel-in ke sini,mas.Biar kita tambah seru.”Tawarnya.Saya menolak dengan halus sembari memberi alasan biar penulis saja yang sowan langsung kepada ketua FORMASI.Tapi karena sudah malam biar besok saja saya menemuinya.Saya pun pamit undur diri kepada mereka.Kaki saya terasa berat meninggalkan malam hangat,obrolan seru dan tentunya kopi yang tinggal setengah gelas racikan mantap kang idun.

kang Idun (40 tahun)
Esoknya,saya menemui ketua FORMASI seperti rencana semalam.Dalam bayangan penulis,tentu akan terasa perasaan ewuh pakewuh ketika menemui beliau.Ternyata bayangan saya itu tidak terjadi.Di rumah kediamannya yang sederhana saya disambut sesosok lelaki muda berperawakan subur.Dengan keramah-tamahan yang khas,lelaki itu memperkenalkan diri,”Abdul Mutholib.”ia mengulurkan tangan,”anak-anak FORMASI biasa ngundang Dul saja,kami emang sekampung”Pungkasnya.


Jauh meleset dari dugaan saya semula,ternyata kang Abdul Mutholib (40 tahun) hanyalah lulusan SD,tapi dengan pembawaanya yang supel ia di dapuk menjadi Ketua FORMASI untuk dua periode berturut-turut dari 2013-2018 dan 2019-2024.Setelah mempersilahkan penulis duduk,ia menceritakan banyak hal seputar para perantau yang berasal dari kampungnya,yakni tanggungsari,brebes.


Menurut kang Dul (40 tahun),Kenapa banyak warga dari kampungnya yang merantau ke Lampung.Ia menilai tidak lain karena masalah sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan yang berupah layak di kampung.Kedatangan warga kampungnya di Lampung ini,diakuinya bergerak secara bergelombang di mulai dari dekade 90-an.Awal mulanya,ketika salah seorang warga sekampungnya yang pulang membawa cerita kesuksesan berdagang di Lampung menceritakn kisahnya ke kerabatnya hingga dari situlah membuka jalan bagi warga lainnya yang mendengar ikut terkesan dan tergerak untuk ikut merantau.Lambat laun ketika jumlah mereka kian bertambah, hingga hampir mencapai 100-an orang,disitulah titik awal mulai ada rasa senasib dan sepenanggungan.Apalagi ketika ada rekan sesama profesi yang mengalami musibah dan masalah lainnya membuat mereka berpikir untuk membentuk wadah silaturahmi.Atas inisiatif salah seorang warga kampung mulailah dibentuk arisan kecil-kecilan.Namun dalam kenyataanya hal itu belum cukup,akhirnya dengan kesepakatan sesama perantau dibentuk sebuah perkumpulan.Awal tahun 2000-an dibentuklah sebuah wadah yang bernama FORMASI ‘L’ (Forum Rantau Pemuda Tanggungsari Di Lampung) yang di nakhodai Tawin (50 tahun) di bantu Mulyana (50 tahun) serta beberapa anggota pengurus,perkumpulan berlanjut sampai kepemimpinan Hadi Ismanto (43 tahun),dengan modal iuran dari para anggotanya perkumpulan ini mulai berjalan secara terbatas,disamping karena pengetahuan organisasi yang minim dan kemampuan tata kelola administrasi yang alakadarnya membuat perkumpulan ini banyak menemui kendala.Diakui Kang Dul yang mengalami secara langsung masa-masa awal organisasinya berdiri,walaupun dengan kemampuan minim dalam berorganisasi,program FORMASI ‘L’ cukup membumi,seperti;memberikan santunan pada anak-anak yatim dan sumbangan ke bidang keagamaan walaupun nilainya memang jauh dari harapan.Sedangkan untuk kegiatan internal,program yang ditawarkan kepada seluruh anggotanya meliputi arisan dan simpan pinjam dan iuran yang ditarik dari setiap anggota yakni beruapa iuran bulanan dan iuran sukarela untuk santunan jika ada anggota yang mengalami musibah.


Sampai akhir 2003 tepatnya 5 Oktober 2003,peristiwa penting terjadi yakni perubahan nama dari FORMASI ‘L’ menjadi FORMASI (Forum Rantau Pemuda dan Warga Tanggungsari).Perubahan ini semata-mata tidak lebih bersifat administratif,secara filosofis jalannya kegiatan organisasi tidak jauh berbeda bahkan tidak mengalami perubahan yang berarti.”Namanya organisasi kecil,mas.Maklum ini Cuma sekedar wadah silaturahmi saja.Tapi pernah loh alumni FORMASI ikut dalam pemilihan kepala desa.”Katanya dengan bangga.


Secara terbuka Kang Dul (40 th) menceritakan bahwa organisasinya memang mengalami hambatan yakni dari sisi keanggotan yang terus turun jumlahnya,hal ini memang bisa dimaklumi karena terkendala keadaan ekonomi saat ini yang memang kurang berpihak sehingga ada sebagian anggotanya yang berpindah daerah rantau untuk mengadu nasib ditempat yang baru dan memutuskan keluar dari FORMASI bahkan ada yang secara terang-terangan keluar karena tidak sepaham dengan peraturan yang berlaku di internal organisasi.


“Kalau harapan kang Dul sendiri,FORMASI-nya penginnya seperti apa?”Penulis mencoba mengorek keterangan.Dengan harapan besar,lelaki bertubuh subur itu menginginkan agar ada pihak-pihak yang mau membantu organisasinya baik secara moril dan pendanaan.Sehingga program kegiatan bisa lebih luas bukan hanya untuk kalangan terbatas warga tanggungsari saja,karena ada sebagian juga anggota FORMASI yang berasal dari luar desanya.




kang dul di rumah kediamannya
“Kenapa tidak meminta bantuan Pemerintah,donatur atau semacamnya yang mau meminjamkan dana agar bisa dikelola,Kang?”Tanya saya kembali,lelaki itu tersenyum.Penulis menangkap arti senyuman itu sebagai sebuah jawaban klise yang coba penulis artikan sebuah rasa pesimis.


“Kami akan terus berjalan semampunya,mas.”Jawabnya dengan diplomatis.

Akhirnya karena sudah lama berbincang-bincang.Penulis berinisiatif undur diri.Tapi sebelum itu,Kang Dul meminta agar artikel saya dipajang di blog FORMASI-nya.Ia memberikan alamat blognya.

formasi-52263.blogspot.com.”Gumam saya.

Read more »

Tren Artikel :